Setelah kemarin membahas sedikit mengenai penggunaan istilah ‘taubat’ dan ‘hijrah’. Kali ini, admin akan sedikit membahas istilah ‘ridho’ dan ‘ikhlas’ serta penggunaannya yang benar.
Terjadi ikhtilaf antar ulama tentang makna ridho, ada yang mengatakan bahwa ridho itu merupakan ‘pemberian’ (الاحوال) dari Allah Ta’ala. Ada yang mengatakan bahwa ridho itu ‘hasil usaha’ (المقامات). Namun, makna ridho bisa dikombinasikan bahwa, awal dari ridho itu adalah ‘hasil usaha’ kemudian puncak dari ridho adalah ‘pemberian Allah’
Syeikh Imam Abdul Karim bin Hawazin Al-Qusyairi dalam Kitab Ar-Risalah Al-Qusyairiyah dalam bab ridho (باب الرضا) mengatakan bahwa dia mendengar (الا ستاذ ابا على الدقاق) berkata bahwa ridho itu bukan engkau tidak merasakan ujian Allah, ridho itu engkau tidak menolak keputusan dan takdir Allah Ta’ala.
Sedangkah pengertian ikhlas dalam kitab ini,
(قال الا ستاذ) والاخلاص افراد ااحق سبحانه فى اطاعة بالقصد وهو ان يريد بطا عته التقرب الى الله سبحانه دون شىء اخر من تصنع لمخلوق او اكتساب محمدة عند الناس او محبة مدح من لخلق او معنى من المعانى سوى التقرب به الى الله تعالى
Ikhlas itu hanya Allah semata dalam ketaatan, ingin segala ibadah ditujukan kepada Allah tidak dibuat untuk menyenangkan makhluk, tidak ingin pula dipuji orang, atau ingin disanjung makhluk atau makna makna lain semua hanya dipakai untuk mendekatkan diri kepada Allah
يصح ان يقال الا خلاص التوقى عن ملاحظة الاشخاص وقد ورد خبر مسند، ان النبى صلى اللة عليه واله وسلم اخبر عن جبريل عليه السلام عن الله سبحانه وتعالى انه قال الاخلاص سر من سرى استودعته قلب من احببته من عبادى،
Ada pendapat mengatakan bahwa ikhlas itu menjaga hati dari pandangan orang, ada riwayat Nabi SAW bahwa Nabi SAW memberitahukan kepada Jibril a.s tentang Allah Ta’ala. Allah berfirman ikhlas itu rahasiaKu, Kuletakkan pada hati hamba yang kusayangi.
وقال الجنيد الاخلاص سر بين الله و بين العبد لا يعلمه فيكتبه و لا شيطان فيفسده و لا هوى فيميله
Imam Junaid berkata bahwa ikhlas itu antara Allah dan hambaNya tak diketahui malaikat atau tak diketahui setan atau tak diketahui hawa nafsu.
(Lebih lanjut dapat melihat video di akun Youtube resmi Ustadz H. Abdul Somad, Lc., D.E.S.A., Ph.D (Ustadz Abdul Somad Official) dalam Qiro’ah Ar-Risalah Al-Qusyairiyah)
Jadi, saat kita mendapat musibah atau cobaan seharusnya tidak menggunakan istilah ‘ikhlas menerima takdir Allah’ tapi ‘ridho menerima takdir dan ketentuan Allah’. Karena ridho bermakna menerima takdir dan ketentuan yang diberikan Allah Ta’ala, sedangkan ikhlas bermakna segala ibadah ditujukan kepada Allah Ta’ala bukan kepada yang lain. Allahu A’lam