
Teknologi selalu menjadi bagian penting dalam lingkungan pengajaran dan s akhir akhir ini. Itu menjadi bagian penting dalam profesi keguruan karena mereka dapat menggunakannya untuk memfasilitasi pembelajar. Karena teknologi sudah menjadi bagian dalam hidup kita sehari-hari, ini adalah waktu yang cocok untuk mempertimbangkan idea tau gagasan untuk menaplikasikan teknologi dalam kurikulum pengajaran untuk mendukung proses pembelajaran di kelas.tipe pembelajaran sudah berubah, kelas traditional yang menjadikan guru sebagai pusat pembelajaran sudah terlihat ketinggalan jaman, metode ini sudah berakhir sekitar t akhir tahun 1960.
(Bala. N, Prasad. 2013. Communicative Language Teaching in 21st Century ESL Classroom. Annamarcharya Institute of Technology and Sciences: RAJAMPET-Kadapa District)
Dengan teknologi, pembelajar dapat mengatur proses pembelajaran mereka sendiri dan mempunyai akses penuh terhadap informasi dimana guru tidak dapat mengotrolnya. Berarti ini memiliki peran penting dalam mengembangkan aktivitas untuk siswa dan memiliki efek yang signifikan pada metode pengajaran, sayangnya tidak semua orang setuu dengan pendapat itu.
Mereka masih memiliki persepsi yang berbeda ketika menggunakan teknologi dalam metode Bahasa Inggris. Persepsi mempunyai hubungan erat dengan evaluasi sesuatu. Persepsi dapat menjadi proses dari penginterpretasian terhadap informasi orang lain. Ini tergantung pada informasi latar belakangnya. Persepsi mungkin di sokong diantara keduanya pengalaman sekarang dan yang lampau. Sebagai Muslim yang baik, siswa seharusnya memiliki pendapat dan pemikiran yang baik tentang sesuatu secara positif. Mempunyai persepsi yang baik ditujukan bagi siswa yang akan menghadapi dan mengalami media atau alat dalam dunia pendidikan.
Seperti yang diinterpretasikan dalam Q.S Al-Baqarah: 216, Allah berfirman:
كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰٓ أَن تَكْرَهُوا۟ شَيْـًٔا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰٓ أَن تُحِبُّوا۟ شَيْـًٔا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
Referensi: https://tafsirweb.com/845-quran-surat-al-baqarah-ayat-216.html
Artinya: “Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.“
Karena Islam adalah agama yang ‘rahmatan lil ‘alamiin’, Muslim seharusnya mempunyai sikap yang baik terhadap teknologi, termasuk aplikasi dan metode baru dalam pendidikan. Itu dipercaya dapat memotivasi siswa untuk belajar Bahasa Inggris secara mandiri. Apapun itu, ini penting untuk mempertimbangakan pentingnya motivasi untuk belajar dan mengaplikasikan pengetahuan baru seperti yang direkomendasikan dalam Kitab Suci Al-Qur’an, Q.S Az Zumar: 9, Allah berfirman bahwa hanya orang yang paham yang akan ingat, karena orang yang akan melakukan sesuatu jika mereka memiliki motivasi,
أَمَّنْ هُوَ قَٰنِتٌ ءَانَآءَ ٱلَّيْلِ سَاجِدًا وَقَآئِمًا يَحْذَرُ ٱلْءَاخِرَةَ وَيَرْجُوا۟ رَحْمَةَ رَبِّهِۦ ۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِى ٱلَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَٱلَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَٰبِ
Referensi: https://tafsirweb.com/8671-quran-surat-az-zumar-ayat-9.html
Artinya: “(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.”
Allah juga berfirman dalam Q.S. Al Mujadalah: 11,
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا۟ فِى ٱلْمَجَٰلِسِ فَٱفْسَحُوا۟ يَفْسَحِ ٱللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ ٱنشُزُوا۟ فَٱنشُزُوا۟ يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
Referensi: https://tafsirweb.com/10765-quran-surat-al-mujadilah-ayat-11.html
Artinya: “Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
Untuk mencapai itu akan lebih baik jika berusaha dengan giat untuk mencapai ambisi dan meningkatkan motivasi untuk mencapainya. Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, Allah SWT tidak akan pernah mengubah nasib seorang hamba jika mereka tidak berusaha untuk mengubahnya, termasuk mengubah kualitas dalam pendidikan. Mereka juga seharusnya bekerja dengan keras, bekerjasama untuk membuat pekerjaan yang nampak berat menjadi lebih mudah.
Allah berfirman dalam Q.S. Al Maidah: 2,
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تُحِلُّوا۟ شَعَٰٓئِرَ ٱللَّهِ وَلَا ٱلشَّهْرَ ٱلْحَرَامَ وَلَا ٱلْهَدْىَ وَلَا ٱلْقَلَٰٓئِدَ وَلَآ ءَآمِّينَ ٱلْبَيْتَ ٱلْحَرَامَ يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِّن رَّبِّهِمْ وَرِضْوَٰنًا ۚ وَإِذَا حَلَلْتُمْ فَٱصْطَادُوا۟ ۚ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَـَٔانُ قَوْمٍ أَن صَدُّوكُمْ عَنِ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ أَن تَعْتَدُوا۟ ۘ وَتَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْبِرِّ وَٱلتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْإِثْمِ وَٱلْعُدْوَٰنِ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ
Referensi: https://tafsirweb.com/1886-quran-surat-al-maidah-ayat-2.html
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi’ar-syi’ar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya, dan binatang-binatang qalaa-id, dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari kurnia dan keridhaan dari Tuhannya dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah berburu. Dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.”
Allahu A’lam




